AS tetap mendakwa tentera Assad menggunakan senjata kimia bagi menentang Tentera Pembebasan Syria (FSA) dan rakyat.
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) mengklaim tentara rezim, Presiden Bashar al-Assad, menggunakan senjata kimia saat bertempur dengan kelompok pemberontak bahkan dalam kelompok kecil, kemarin.
Menurut bagian intelijen AS, laporan dukungan yang diterima dari oposisi Suriah berhasil merungkaikan sedikit pertanyaan apakah tentara Assad menggunakan gas sarin dalam dua pertempuran sejak pecahnya pemberontakan lebih dua tahun lalu.
"Kami berhasil mendeteksi beberapa penyebab yang menunjukkan rezim Assad ada menggunakan senjata kimia," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, Caitlin Hayden dalam laporan Al-Jazeera.
Hayden menyatakan, penilaian tersebut dilakukan berdasarkan contoh fisiologi, keberadaan gas sarin dan agen buatan manusia digunakan dalam serangan di Jepang pada 1990-an yang menyebabkan kejang, kegagalan bernafas dan kematian, "katanya.
Namun, Hayden mengatakan, pihaknya tidak dapat mengkonfirmasi apakah tentara Assad ada menggunakan senjata kimia itu karena bukti tidak cukup.
Sementara itu, Assad sekeras-kerasnya membantah tuduhan tersebut sebaliknya mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa menyelidiki kelompok oposisi yang diduga sebagai dalang sebenarnya dalam insiden tersebut.


0 komentar:
Posting Komentar